Sebatas Teman
Seperti biasa pada jam sekolah kali ini aku terus-menerus memperhatikan seorang disamping kanan ku, walaupun ada yang menghalangi tapi aku masih bisa mencari celah untuk melihatnya.
Yah dialah Cindy. Namanya Cindy Gulla. Dengan wajah yang manis, pintar dan yang paling menarik dari dia adalah sifatnya yang seaperti anak-anak meskipun ia sudah beranjak kelas 2 SMA. Tapi yang paling populer dari dia adalah KeLoliannya ..
Di sela aku memperhatikan dia tapi tidak mengurangi proses belajar mengajarku, meskipun begitu aku dikenal sebagai anak yang pandai, ditambah dengan beasiswa yang ku dapat karena dengan peringkat umum disekolah dan peringkat 1 di kelas disusul cindy di peringkat 2.
Hingga Pada saatnya bel pulang sekolah berbunyi, aku segera mengambil motor ku di parkiran sekolah, belum sempat aku meninggalkan gerbang sekolah, aku melihat cindy menaiki mobil dengan teman-temannya yang dijemput oleh supirnya. aku selalu berfikir keras disini. Aku mana bisa berteman dengannya. aku tak punya uang yang banyak. Dan aku hanya anak dari keluarga sederhana, sedangkan Dia terlahir dengan bergelimangan harta, dengan keadaan seperti ini aku selalu ingin menghapus perasaan yang amat tergila-gila kepadanya.
Dan pada suatu hari yang tak diduga disaat aku sedang membaca buku pelajaran ku. Tiba-tiba seseorang duduk disampingku. Akupun melihatnya dan betapa terkejutnya aku, aku terdiam menatapnya, bahkan aku tak mampu berkata..
” Fred Bisa nyelesain soal yang ini ga ? ” Tanya cindy kepadaku
” eh, aaaahh” aku terbata-bata menjawabnya
” hey kenapa ? bisa engga ? aku engga bisa jawab soal yang ini ” tanyanya kembali
” eeehh. iya .. coba aku lihat dulu ” balasku
” Yang ini Fred ” cindy pun menunjukannya kepadaku
” Kalo yang ini susah-susah-gampang menurutku, kalo paham sama rumusnya yaa terasa gampang, tapi kalo rumusnya belum dimengerti jadi agak repot ” jawab ku tenang
“oh. gitu tapi aku juga engga ngerti rumusnya, kamu mau ajarin ? ”
“Hah ? ajarin ? bisa aja, mau sekarang ? ”
” Sekarang ? jangan dong, Nanti aja dirumah aku ”
“tapi …”
“tapi kenapa ? ”
” Aku engga tau rumah kamu ”
“yah kita udah kenal 2 tahun tapi kamu gatau rumah aku ”
aku hanya tersenyum dibuatnya
“Yaudah mana buku kamu ? sini aku tulis alamatnya ”
aku memberikan buku dan Pulpen, cindy pun menulis alamatnya untuk ku
” ini ” sembari menyodorkan buku ku
” jangan lupa yaa nanti sore ”
“iyaa. aku dateng kok ”
cindy pun pergi meninggalkan ku.
Entah ini perasaan senang atau takut, aku masih tidak tau..
Selepas itu. sore harinya aku bersiap-siap pergi kerumah cindy, tak lupa membawa tas untuk belajar bersama nantinya
aku mencari-cari alamatnya dengan teliti, dan sampai di sebuah rumah mewah nan besarnya, dan aku langsung disambut olehnya
“ayok masuk, motornya dibawa masuk aja. taruh disamping tanaman itu ya ”
akupun mengikutinya, aku tercengang melihatnya, dengan memakai Jersey Indonesia Hijau dan celana Jeans dengan panjang yang hanya selutut
Dan aku dibawa masuk kedalam rumahnya. dan betapa berbedanya rumah ku dengan rumah ini. mungkin dengan perbandingan 2:9 fikirku
” Fred , belajar disini aja. kamu duduk dulu aja. aku buatin minum dulu untuk kamu ”
” engga usah repot-repot ”
” biarin repot juga yang penting aku bisa nyusul kamu jadi Ranking 1 ” Ia tersenyum dan pergi meninggalkan ku.
Aku duduk di Sofa ini, tepatnya aku berada didalam ruang tamu. Aku melihat sekeliling rumah ini, Takjub sekali dengan kemewahan rumah ini.
Beberapa menit kemudian Cindy pun datang dengan membawa 2 gelas jus Jeruk yang ia buatnya
” Gimana kamu engga susah kan nyari rumah aku ? ”
” Engga kok. Hehe ”
” Kita Mulai aja yuk Fred, soalnya ini sore takutnya keburu malem ”
Kita pun memulai belajar bersama dengan di iringi canda dan tawa membuat belajar semakin seru. di tambah dengan kelucuan dia yang membuat aku tak henti-hentinya menahan tawa ini.
Hampir 1 jam kita bersama, dekat sekali, bahkan sekarag aku tidak canggung lagi terhadap dia, perasaan penasaran yang menghantui pun kini lenyap. Ya! Perasaan ingin dekat dengannya, ingin bercanda ria dengannya, ingin berteman dengannya. Kini tercapai sudah
….
Setelah kejadian itu. aku dan dia semakin dekat, sekarang aku hanya ingin berteman dengannya, karena bagiku begini sudah lebih dari cukup, karena aku tak mau meninggalkan moment-moment bersama dengan dirinya, dan semoga perteman kita akan selamanya abadi. dan tidak mau ada perasaan lebih antara kami berdua. Kalau Dengan berteman membuat kami bahagia. Kenapa harus ingin lebih. Hanya Teman. Sebatas Teman. Dan cukup Sebagai Teman. , dan Ingat satu Hal! Teman Sejati tidak memandang dari segi apapun!


0 komentar:
Posting Komentar